Jumat, 11 November 2011

3 Penyebab Kulit Siku dan Lutut Berwarna Lebih Gelap

Sudah menjadi rahasia umum kalau kulit di daerah siku dan juga lutut berwarna lebih gelap dibanding bagian tubuh lainnya. Apa yang membuat warnanya lebih gelap?

Perbedaan warna kulit ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti penyakit (penyakit Addison) atau penggunaan obat-obat tertentu. Orang-orang dari ras Afrika-Amerika dan Timur Tengah umumnya lebih rentan memiliki warna kulit siku dan lutut yang lebih gelap.

Tapi umumnya ada 3 hal yang menjadi penyebab paling sering warna kulit siku dan lutut lebih gelap, seperti dikutuip dari Livestrong, Jumat (16/9/2011) yaitu:
1. Lebih sering menerima tekanan
2. Paparan sinar matahari
3. Merupakan daerah kulit yang kering

Siku dan lutut bisa dibilang bagian tubuh yang paling sering menerima tekanan seperti saat menopang dagu atau berlutut yang membuatnya menebal. Jika daerah yang tebal ini sering terkena sinar matahari maka memicu terjadinya warna kulit yang lebih gelap.

Selain itu lapisan kulit di daerah siku dan lutut terbilang mengandung pigmen kulit (melanin) yang lebih banyak, sehingga memicu timbulnya warna kulit yang lebih gelap atau hitam.

Meski begitu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi warna kulit yang lebih gelap di daerah siku dan juga lutut yaitu:
1. Gunakan scrub untuk menggosok daerah tersebut, karena biasanya lebih kasar dibanding daerah lain sehingga bisa menghilangkan kotoran yang menempel di daerah tersebut lalu membilasnya hingga bersih.

2. Mengelupaskan kulit, jika disebabkan oleh banyaknya tekanan maka cobalah mengelupaskan kulit tersebut dengan menggunakan kain lap dan krim exfoliating 2 kali seminggu. Tapi jangan berlebihan karena berisiko mengembangkan kulit kering atau gatal kronis.

3. Menggosok dengan air jeruk nipis, karena ia bisa menjadi agen pemulith alami yang menghilangkan warna kulit gelap. Oleskan pada kulit tersebut dan biarkan 30 menit, lalu membilas dan melembabkan daerah tersebut.

4. Menggunakan tabir surya pada siku dan lutut, karena sinar matahari lebih cepat menggelapkan daerah tersebut daripada seluruh tubuh. Kondisi ini bisa membantu mengurangi warna gelap dan menjaga kelembaban.

5. Memodifikasi perilaku, jika banyak memberikan tekanan pada lutut dan siku maka mulailah menguranginya dengan menghindari postur dan perilaku yang banyak memberi tekanan di daerah tersebut.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Pesankan Saya Tempat di Neraka

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah,
untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak
lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin,
dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab
memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria;
di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak
untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang
kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja
dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa
dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya
mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan
sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian
tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua
itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak
terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia
ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak
berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat
di neraka Tuhan Anda!"

Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya
beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang
lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam.
Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat
kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir
mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun,
tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih
terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang.
"Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya.
Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.
Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya
mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar
posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi?
Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui
ajalnya dalam keadaan memesan neraka!

Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta
menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang
duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar
dengan linangan air mata.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…

Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…
mumpung kesempatan itu masih ada!
Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a'lam.

Jumat, 28 Oktober 2011

Mengenal Kelainan-kelainan pada Payudara

Kanker payudara adalah kanker yang paling banyak menyerang perempuan bersama kanker leher rahim, sehingga penyakit ini sering menjadi ketakutan besar bagi banyak perempuan, terutama bagi mereka yang mengeluhkan ada benjolan di payudaranya.

Penyakit yang dapat menyerang payudara dapat dibagi 2 bagian besar, yaitu jinak & ganas. Sebenarnya, kanker payudara hanyalah 1 dari banyak penyakit yang dapat menyerang payudara. Benjolan di payudara belum tentu disebabkan oleh kanker, justru sebagian besar benjolan di payudara adalah bersifat jinak & tidak menyebabkan diangkatnya payudara atau kematian, bahkan sebagian besar tidak memerlukan pengobatan apapun termasuk pembedahan.

Gejala/kelainan dari penyakit yang umum terjadi di payudara adalah: benjolan, nyeri, perubahan kulit, pembengkakan, rasa panas/terbakar, perubahan bentuk/ukuran yang di luar kewajaran, puting melesak ke dalam, keluar cairan (selain air susu pada saat masa menyusui) dari puting, atau benjolan di ketiak. Gejala/kelainan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai penyakit & belum tentu disebabkan oleh penyakit yang berat atau keganasan (kanker). Untuk kepastiannya, jika menemukan salah satu dari gejala/kelainan tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Berikut penjelasan mengenai beberapa gejala/kelainan umum di payudara:


Benjolan


Benjolan di payudara dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, tetapi sebagian besar adalah benjolan jinak. Namun, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika ditemukan adanya benjolan saat pemeriksaan payudara sendiri. Dokter dapat menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan USG, mammografi, pengambilan contoh sel (sitologi) atau jaringan (histopatologi) dengan menggunakan jarum (tanpa pembedahan) lalu diperiksa dengan mikroskop untuk lebih dapat memastikan penyakit yang menyebabkan benjolan tersebut apakah itu tergolong jinak atau ganas.

Benjolan dapat berbentuk padat (fibroadenoma/FAM, lipoma, dst) atau berisi cairan (kista). Untuk benjolan jinak, tidak diperlukan pengobatan apapun, hanya perlu dipantau perkembangannya saja. Jika benjolan terasa mengganggu, terdapat peradangan, infeksi, atau terus membesar, dapat dilakukan pemberian obat, pembedahan, atau penyedotan (untuk benjolan berisi cairan). Pembedahan pada benjolan jinak di payudara sebaiknya hanya dilakukan setelah pemantauan perkembangan & pemeriksaan lanjutan. Kombinasi pengobatan yang dipilih tergantung dari jenis, tingkat/tahapan (stage), penyebaran (metastasis), sampai karakteristiknya.

Nyeri

Nyeri payudara terdiri dari yang hilang timbul, terus menerus, atau hanya nyeri ketika disentuh. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal, paling sering disebabkan oleh perubahan hormonal pada siklus haid normal, penggunaan KB/kontrasepsi/obat hormonal, atau pada kehamilan. Nyeri juga dapat muncul jika ada benjolan, infeksi, atau kanker di payudara. Namun, kanker payudara jarang menimbulkan rasa nyeri.

Rasa nyeri di payudara sering hilang sendiri tanpa perlu pengobatan apapun. Jika rasa nyeri dirasa mengganggu, dapat menggunakan obat pengurang rasa nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen. Untuk rasa nyeri di payudara terjadi dalam waktu lama (di atas 1 bulan) atau tidak bisa hilang dengan obat pengurang rasa nyeri, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Keluar Cairan

Keluarnya cairan dari payudara sebenarnya adalah hal yang normal (saat setelah melahirkan) karena payudara adalah kelenjar yang mengeluarkan cairan yang dikenal sebagai air susu ibu (ASI). Selain ASI, kadang dapat keluar cairan dari payudara yang encer, jernih, & tidak lengket, ini juga masih normal.

ASI dapat keluar dari payudara pada perempuan yang tidak menyusui. Hal ini dapat disebabkan oleh kelainan hormon yang memicu produksi ASI (disebut galaktore), juga dapat disebabkan oleh tumor di kelenjar pituitari (di daerah otak), infeksi otak, cedera kepala, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Cairan yang keluar dari payudara & tidak normal dapat berbagai macam bentuknya, tergantung dari penyebabnya. Cairan dapat bercampur darah, yang biasanya disebabkan tumor jinak pada kelenjar payudara atau kanker payudara. Cairan yang berwarna kehijauan biasanya disebabkan oleh benjolan jinak. Sedangkan cairan yang bernanah & berbau amis disebabkan oleh infeksi di payudara.

Jika muncul cairan dari payudara yang terlihat normal tetapi di luar masa menyusui & dalam waktu lama, atau cairan tersebut tidak normal, segera berkonsultasi dengan dokter untuk dapat diobati sesuai penyebabnya. Perempuan yang sudah menopause & mengalami keluarnya cairan adalah tidak normal & harus berkonsultasi dengan dokter.

Kesimpulan

Ketakutan akan adanya kelainan/penyakit di payudara, terutama kanker payudara, adalah hal yang seharusnya dapat diredam jika para perempuan mau melakukan deteksi dini untuk penyakit ini. Salah satu jenis deteksi dini paling mudah adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan. Mintalah pada dokter untuk memberikan bahan atau mengajarkan mengenai pemeriksaan payudara sendiri. Mintalah pada dokter langganannya untuk mengajarkan atau memberikan bahan mengenai pemeriksaan payudara sendiri. Perlu diingat, pemeriksaan sendiri tidak dapat menggantikan pemeriksaan dokter.

Secara berkala sangat disarankan sejak usia remaja untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin oleh dokter termasuk untuk pemeriksaan payudara. Pemeriksaan dokter ini mencakup penilaian faktor risiko & pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, dapat disertai pemeriksaan lanjutan untuk kelainan di payudara sesuai indikasi seperti USG, mammografi, CT-scan, MRI, kedokteran nuklir, sitologi, histopatologi, atau pemeriksaan hormonal.

Sehingga setiap kelainan/gangguan apapun dapat segera ditangani dengan cepat & lebih baik sebelum meluas/bertambah parah. Untuk kanker payudara, biaya pengobatan, rasa sakit, lama pengobatan, & risiko kematian semakin kecil sementara tingkat kemungkinan sembuh makin besar jika ditemukan & ditangani lebih awal.