Jumat, 11 November 2011

6 Manfaat Tahu Bagi Kesehatan

Tahu adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Sari kedelai inilah yang membuat tahu kaya dengan manfaat kesehatan.
Tahu merupakan sumber protein murah yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan protein yang tinggi pada tahu, membuatnya dapat menjauhkan segala macam penyakit berbahaya.
Berikut beberapa manfaat kesehatan yang diperoleh dengan rajin makan tahu, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (30/4/2011):

1. Mencegah penyakit jantung
Sejumlah studi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa asupan rutin protein kedelai yang terkandung dalam tahu dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol buruk) tanpa menurunkan HDL (kolesterol baik), yang menyebabkan penurunan risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan produksi energi
Tahu merupakan sumber makanan yang kaya zat besi, yang menyediakan 30 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk zat besi dalam 100 gram.
Kehadiran zat besi dalam tahu terutama digunakan sebagai bagian dari hemoglobin yang membantu dalam ransportasi dan pelepasan oksigen ke seluruh tubuh mempromosikan produksi energi.
Tahu juga menyediakan 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk tembaga, mineral penting yang dimanfaatkan dalam sel darah merah. Tembaga juga membantu dalam mengurangi gejala rheumatoid arthritis.

3. Bermanfaat untuk wanita, khususnya wanita menopause
Makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu mengandung isoflavon (fitoestrogen atau estrogen tanaman) yang bekerja pada tubuh seperti bentuk estrogen.
Selama menopause, estrogen wanita berfluktuasi, baik naik atau turun di bawah tingkat normal. Nah, fitoestrogen dari kedelai dapat membantu menjaga keseimbangan hormon tersebut. Hal ini dapat membantu mengurangi frekuensi dan beratnya gejala hot flashes (rasa panas pada perut) pada wanita menopause.

4. Mencegah osteoporisis
Tahu juga bisa menjadi sumber yang kaya kalsium tergantung pada koagulan yang digunakan dalam pembuatan (seperti kalsium sulfat yang digunakan oleh produsen tahu).
Hal ini membantu melindungi terhadap penyakit seperti kehilangan tulang, kelemahan tulang, rheumatoid arthritis dan osteoporosis. Penelitian baru juga menunjukkan bahwa isoflavon dalam makanan kedelai dapat memperkuat densitas (kepadatan tulang). Ini bisa membuat tahu berguna dalam menangkal penyakit tulang pada wanita postmenopause.

5. Membantu menurunkan berat badan
Tinggi protein membuat pemakan tahu tidak cepat merasa lapar. Juga, sifat rendah kalori (sekitar 80 kalori dalam 100 gram) tidak menambahkan kalori ekstra untuk menu diet Anda.

6. Membantu pasien diabetes dengan masalah ginjal
Diabetes dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, salah satunya gagal ginjal. Diabetes adalah penyebab utama kegagalan ginjal dengan tanda awal adanya sejumlah protein dalam urin.
Sebuah penelitian dilakukan pada pria dengan diabetes tipe 2, yang semuanya didiagnosis dengan penyakit ginjal yang terkait dengan diabetes, menemukan bahwa protein kedelai dapat menurunkan 10 persen protein yang ditemukan dalam air seni. (detik)

Risiko Tersembunyi di Balik Minuman Energi

Minuman berenergi sepertinya sudah tak asing lagi di masyarakat. Tapi sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa banyak bahaya kesehatan tersembunyi di balik minuman energi.

"Minuman energi dapat mengandung seperempat cangkir gula dan juga mengandung lebih banyak kafein dibandingkan secangkir kopi," tutur John Higgins, dari University of Texas Medical School di Houston, seperti dilansir Foxnews, Selasa (16/11/2010).

Higgins menjelaskan, kandungan kafein dari minuman energi berkisar 70-200 mg per 453 gram. Sebagai perbandingan, secangkir kopi (226 gram) dapat berisi 40 sampai 150 mg kafein, tergantung cara penyeduhannya. Karena kadar kafein yang tinggi ini membuat orang yang minum minuman berenergi selalu merasa lebih bersemangat.

"Bahkan lebih dari itu, terkadang masih ada bahan yang tidak dicantumkan di label, seperti stimulan guarana, asam amino taurin, mineral dan vitamin, serta bahan lainnya yang bisa berinteraksi dengan kafein. Minuman energi biasanya juga dicampur dengan alkohol," jelas Higgins.

Yang harus menjadi perhatian, jelas Higgins, interaksi antara bahan-bahan tersebut dapat mempengaruhi denyut jantung, tekanan darah dan bahkan keadaan mental, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah besar, terutama untuk atlet.

Higgins dan rekannya telah meninjau literatur medis pada minuman energi dan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya dari tahun 1976 hingga 2010.

Dari beberapa penelitian, pada orang dewasa muda yang aktif menunjukkan bahwa minuman energi dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Bahkan bisa menyebabkan efek yang lebih serius seperti serangan jantung, kejang dan kematian.

Penelitian pada tikus juga menunjukkan bahwa taurin dapat membuat hewan pengerat tersebut berperilaku aneh, seperti cemas atau melukai diri sendiri.

"Kita memang bukan tikus, tetapi konsumsi minuman berenergi telah terbukti berhubungan dengan perilaku berisiko tinggi," ujar Higgins.

Minuman berenergi biasanya sering dipromosikan untuk menunjang performa atlet. Tapi Higgins dan rekannya mencatat bahwa kafein dan beberapa bahan lain yang terkandung di dalamnya justru dapat mempengaruhi tubuh, bahkan untuk jangka pendek menyebabkan dehidrasi.

"Orang-orang yang menderita hipertensi tidak boleh minum minuman berenergi. Selain itu, orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit

jantung juga harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi minuman berenergi," saran Higgins

Penyebab Mimpi Buruk

Anda pernah mengalami mimpi buruk saat sedang tertidur? Rasanya pasti tidak mengenakkan tiba-tiba terbangun saat tertidur lelap hanya karena mimpi buruk.

Mimpi buruk terjadi akibat pergerakan mata yang sangat cepat saat malam hari akibat dalam keadaan tak sadar mengingat terlalu jelas tentang berbagai hal yang menakutkan atau mencemaskan.

Mimpi buruk umumnya terjadi pada anak-anak karena sering merasa ketakutan, tetapi sering juga dialami orang dewasa karena perasaan cemas yang melanda.

Sebenarnya apa sih yang bisa menyebabkan Anda mengalami mimpi buruk?

1. Kecemasan dan stres.
Rasa cemas dan stres sering kali terjadi akibat kejadian traumatik di masa lalu. Berdasarkan penelitian dari International Association for the Study of Dreams, sebuah operasi besar, kehilangan orang yang dicintai, dan menyaksikan kecelakaan tragis bisa menjadi pemicu mimpi buruk. Post traumatic stress disorder (PTSD) juga merupakan penyebab utama mimpi buruk yang berulang-ulang. Tak hanya trauma yang menyebabkan mimpi buruk, tetapi juga stres yang dialami sehari-hari seperti bangkrut, masalah keuangan, ataupun perceraian.

2. Makanan pedas.
Kapan dan apa yang dimakan bisa mengganggu istirahat di malam hari, termasuk kecenderungan untuk mendapat mimpi buruk. Sebuah penelitian dalam International Journal of Psychophysiology membandingkan kualitas tidur antara orang yang telah menyantap makanan berbumbu dan non-bumbu. Orang yang menyantap makanan pedas lebih sering terjaga dan memiliki kualitas tidur yang rendah. Makanan pedas terbukti dapat meningkatkan suhu tubuh dan berakibat gangguan tidur. Hal ini mungkin juga menjadi alasan mengapa beberapa orang mendapatkan mimpi buruk ketika mereka baru makan menjelang tidur malam. Beberapa studi melaporkan bahwa makan ketika mendekati waktu tidur bisa memengaruhi metabolisme tubuh dan meningkatkan aktivitas otak, sehingga menyebabkan mimpi buruk.

3. Makanan berlemak.
Beberapa penelitian telah menunjukkan, semakin banyak konsumsi makanan tinggi lemak, kemungkinan besar jumlah dan kualitas tidur Anda akan semakin berkurang. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Reports menemukan, bahwa mimpi orang yang mengonsumsi makanan organik berbeda dengan orang yang menyantap junk food.

4. Alkohol.

Alkohol adalah bahan yang bersifat antidepresi yang bisa membantu Anda untuk tertidur dalam jangka pendek. Namun, setelah efeknya hilang, alkohol justru akan membuat Anda menjadi sulit tidur. Kelebihan konsumsi juga bisa membuat mimpi buruk.

5. Obat-obatan.

Beberapa jenis obat termasuk antidepresi, barbiturat, dan narkotika dapat menyebabkan mimpi buruk sebagai efek samping penggunaannya. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Psychopharmacology, diungkapkan bahwa ketamin—obat yang digunakan dalam anestesi—akan membuat ketidaknyamanan tidur dan mimpi buruk jika dibandingkan dengan obat lainnya.

6. Penyakit.
Berbagai jenis penyakit termasuk demam, atau flu, sering memicu mimpi buruk dan gangguan tidur lainnya.